
The Predator
“Sebenarnya saya tidak tidak ada niatan untuk memodifikasi Predator saya. Kalaupun ada niatan jangka waktunya masih lama mengingat kondisi keuangan belum memungkinkan.” Demikian aku Marshall Prio pemilik si Predator motor yang menjadi ikon Klub Motor Pulsarior tersebut.
Modifikasi Predator tidak terjadi begitu cepat apabila bulan Mei 2009 si Predator demikian julukan Pulsar marshall Prio mengalami mati mesin di jalan. Lokasinya di samping slipi jaya plaza kemandoran Jakarta Barat. “Waktu itu tengah malam mesin si Predator tiba-tiba mati. Saya pencet tombol starter dinamo starter berbunyi aneh. Ketika saya Kick Starter, handel kick starter tidak mau”. Setelah diperiksa dengan teliti Marshall Prio menyimpulkan kalau si Predator tidak mungkin bisa dihidupkan karena mesin mengalami gancet sebagai akibat dari mesin kehabisan oli.
Kita akan membahas mengapa oli di Pulsar bisa berkurang atau habis walaupun tidak ada kebocoran di sil atau seher di artikel yang lain. Besoknya si Predator di tarik oleh dari rumah ke dealer pulsar cipinang oleh mekanik BAS Cipinangl. Dari situlah proses modifikasi yang panjang di mulai. Karena turun mesin, proses perbaikannya jadi lama. Selama menunggu proses perbaikan itulah Marshall Prio berpirkir selagi perbaikan mesin kenapa tidak dimodifikasi aja sekalian. Mulai dari upgrade ke 200 cc menggunakan seher Pulsar 200, headlamp diganti dengan headlamp pulsar 200, stoplamp, sampai kaki-kai jug adimodif abis dengan mengganti pelek dan ban dengan pelek lebar dan ban lebar.

- Ban Belakang Predator
Belum puas dengan penggantian kaki-kaki, setelah selesai diperbaiki dan modif kaki-kaki, si Predator langsung dibawa ke kawasan jalan Wadas untuk dipasang Bracket center box, sidebox dan engine guard buatan Wadas Custom. Lengkap sudah modifikasi si Predator. Total dana yang dikeluarkan marshall prio untuk memodifikasi si Predator mencapai tidak kurang dari 15 jt.






