October 8th, 2009
Salah satu jalan di Tasikmalaya (sumber Pikiran Rakyat)

Salah satu jalan di Tasikmalaya (Pikiran Rakyat)

Bagi para biker yang pernah melewati jalur selatan terutama antara Majenang dan Ciamis pasti sering melewati jalur S. Berbeda dengan jalur S di daerah puncak dan daerah-daerah lain, jalur S di jalur tersebut menjadi jalur favorit para biker karena kualitas jalan yang bagus, lintasan yang berliku-liku sehingga menantang para biker untuk memacu kencang motornya. Yang lebih menarik lagi ialah jalan di daerah tersebut banyak diapit oleh bukit-bukit dan ada di dataran tinggi sehingga pada siang hari hawanya sejuk.

Tapi keadaan berubah total bila malam menjalang. Gelapnya malam, tiadanya penerangan, hitamnya jalan yang diapit oleh bukit-bukit tinggi dan jurang yang tidak terlihat menyebabkan jalur menjadi sangat berbahaya. Panjang, tajamnya tikungan menjadi tidak terlihat jelas sehingga kecepatan motor yang tidak terkontrol bisa menyebabkan motor keluar dari jalan, dan lebih berbahaya lagi bisa masuk ke dalam jurang. Di masa mudik lebaran kecepatan motor bisa ditahan karena seperti juga jalur utara, jalur selatan juga penuh kendaraan. Tapi nafsu untuk cepat sampai di kampung halaman menyebabkan kehati-hatian bisa berkurang.

ADA SINAR = ADA MOBIL, TIDAK ADA SINAR = TIDAK ADA MOBIL

Pada waktu mudik jalan akan penuh dengan kendaraan. Tapi para pengendara motor biasanya tidak sabar, sebab mereka ingin cepat sampai sedangkan iring-iringan mobil berjalan lambat sehingga mereka tergoda untuk menyalib mobil yang menghalangi perjalanannya. Dimalam hari menyalib di jalur lurus mudah sekali sebab kendaraan dari arah berlawanan jelas terlihat, tetapi di tikungan dimana kendaraan tidak terlihat maka berlaku logika yang berlaku umum, yakni “Ada sinar ada mobil, tidak ada sinar tidak ada mobil”. Banyak yang setuju dengan logika tersebut tetapi saya tidak setuju. Sebab logika itu hanya berlaku ditikungan tunggal. Di tikungan S ceritanya lain lagi.

tikungan_s_11

Sinar lampu dari kendaraan besar seperti bus tidak terlihat karena bus baru akan memasuki tikungan S yang pertama. Sinar lampu dari bus tersebut akan terlihat apabila dia akan memasuki tikungan S yang kedua. Jadi apabila seorang pengendara motor mengambil jalur kanan menyalib kendaraan didepannya disebuah tikungan S, maka pengendara tersebut akan sangat terlambat mengetahui datangnya bus dari arah yang berlawanan karena pengendara motor tersebut memakai logika “Ada sinar ada mobil, tidak ada sinar tidak ada mobil”. 

tikungan_s_23

  • Latest Article

  •  

    Ads

     

    Ads

     

    Ads

  • Meta

  • Cast Your Voice

  • Chat With Us

    management